My Books

  I classify my books into some groups: (1) books I wrote with my name on the cover; (2) books I wrote for someone else; (3) books I wrote with some friends; (4) books I translated; (5) Books I edited. Here some of them.     

____________________________________________________________

Judul Buku    :.Asmā`ul Husnā for Success in Business and Life

Penulis           : Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec

Editor             : Sopian Muhammad
ilustrasi         : Harry Soesanto

Tataletak        : Firman Fauzi

Penerbit         : TAZKIA Publishing

My Status       : Contributor

Edisi 1            : Nopember 2008 

Sampul           : hardcover

Ukuran             : x cm.

Tebal                 : xxxiv + 458 halaman

Kertas             : HVS 70 gram

Tampilan isi             : full colour, dilengkapi gambar-gambar.    

Materi (isi) buku: Selain kata pengantar, buku ini terdiri dari 3 bab:

  • Bab I menjelaskan betapa pentingnya karakter seseorang dalam pendakian panjang menuju sukses, dan asmā`ul husnā merupaka wisdom tertinggi dari sifat dan karakter-karakter mulia.
  • Bab II mengulas seputar etika dan kaidah dalam berinteraksi dengan asmā`ul husnā agar kita terhindar dari bid’ah-bid’ah dalam memahaminya.
  • Bab III membahas tentang pengenalan asmā-asmā Allah serta potensi peneladanan terhadap sifat-sifat-Nya sesuai dimensi kemanusiaan kita. Pada bab inilah penulis memaknai asmā`ul husnā sebagai sumber landasan sikap dan mental bagi kehidupan kita sehari-hari. Baik dalam aspek kehidupan berumahtangga, bermasyarakat, hingga dalam aspek berbisnis.

    Sekilas isi buku:     

Meraih Kesuksesan, Kekayaan, dan Kebahagiaan dengan Asmā`ul Husnā  

Kalau kita mengkaji secara lebih mendalam, asmā`ul husnā bukanlah sekadar nama-nama atau sifat-sifat Allah. Lebih dari itu, asmā`ul husnā merupakan tools untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui berbagai sikap dan perilaku dalam menjalani kehidupan ini. Berdasarkan tahapannya, minimal ada 5 (lima) upaya dalam mengoptimalkan asmā`ul husnā, yaitu:

  1. Mengenal Allah. Allah memperkenalkan diri melalui asmā`-asmā`-Nya serta informasi yang diwahyukan kepada para rasul-Nya.Allah, juga memperkenalkan diri-Nya melalui seluruh ciptaan dan makhluk-Nya, yang harus di-tafakkur-i dan di-tadabbur-i oleh makhluk. “Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai asmā`ul husnā (nama-nama yang baik). (Q.S. Thāhā : 8).
  2. Memohon Melalui asmā`ul husnā kita memohon segala kebutuhan kepada Allah karena Dia adalah As-Samī’ dan Al-Bashīr, Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat segala kebutuhan hamba-Nya

    “Allah memiliki asmā`ul husnā, maka memohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama yang baik itu…” (Q.S. Al A’rāf: 180).

  3. Mengadukan. Kita dapat mengadukan segala keluh kesah dan penderitaan karena Dia begitu lembut dengan sifat-Nya yang Al-Lathīf .Dia bersedia mendengarkan keluh kesah kita karena Dia lah a very good Listener, As-Samī’ (Yang Maha Mendengar). “Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asmā`ul husnā (nama-nama yang terbaik)….”. (Q.S. Al Isrā’: 110).
  4. Meminta Perlindungan. Allah mampu memberikan perlindungan penuh (full protection) atas segala bahaya dan kezaliman hamba-hamba-Nya yang jahat. Sebab Dia lah Allah Al-Qowiyy (Tuhan yang Maha Kuat), Al-Matīn (Tuhan Yang Maha Kokoh), Al-Azīz (Tuhan Yang Maha Perkasa), dan Al-Qahhār (Tuhan yang mampu memaksakan kehendak-Nya). Dia juga Dzat yang sangat senang menolong hamba-Nya karena Dia lah Al-Waliyy (yang Maha Melindungi).

    “Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di Bumi dan Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( Q.S. Al-Hasyr : 24).

  5. Belajar dan Meneladani. Tingkat tertinggi yang mampu dicapai oleh seorang hamba terhadap Allah melalui asmā`ul husnā adalah belajar dari sifat-sifat-Nya yang mulia dan berakhlak mulia serta “meneladani” karakter-Nya yang terpuji. Diharapkan dari proses belajar ini manusia akan sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa di hadapan Tuhannya Al-Khāliq (Yang Maha Pencipta), Al-Bāri’ (Yang Maha Mengadakan dari tidak ada) dan Al-Mushawwir (Yang Maha Membentuk Rupa). Semua insan harus belajar berlaku adil dari Tuhannya Maha Adil (Al- Adl).Manusia tidak boleh cepat marah dan naik pitam karena Tuhannya Yang Maha Sabar (As-Shabūr). Manusia juga harus berlaku lembut kepada sesama karena Tuhan pun Maha Lembut (Al-Lathīf).

Dalam buku yang berjudul Asmā`ul Husnā for Success in Business and Life (AHSBL) ini, fokus perhatian pembahasan adalah bagaimana kita menjadikan asmā`ul husnā sebagai tools untuk “mengenal Allah” (tahap 1) kemudian “belajar dan meneladani-Nya” (tahap 5).”Mengenal Allah” dapat ditempuh melalui “membaca” ayat-ayat-Nya, baik yang tertulis di dalam kitab suci-Nya (qauliyah) maupun yang terhampar luas melalui ciptaan-Nya (kauniyah). Sedangkan “belajar dan meneladani-Nya” bisa dilakukan dengan cara mengamalkan “pesan-pesan motivasi dan pengembangan diri” yang terkandung di kedalaman makna asmā-asmā Allah. Proses belajar dan peneladanan ini tentunya disesuaikan menurut dimensi kemanusiaan kita. (Tiga tahapan lainnya; memohon, mengadukan dan meminta perlindungan, telah dibahas dalam buku lain yang ditulis Dr. Muhammad Syafii Antonio yaitu; Sukses Besar dengan Intervensi Allah: The power of Do’a with Asmā`ul Husnā, Tazkia Publishing 2008). Meskipun pokok bahasan dalam buku AHSBL mengesankan terjadinya “lompatan” dalam menjadikan asmā`ul husnā sebagai tools untuk mendekatkan diri kepada Allah – termasuk dalam meningkatkan kualitas pribadi dan kehidupan kita – namun dalam praktiknya tidaklah demikian. Pasalnya, di antara proses “mengenal Allah” (tahap 1) hingga “belajar dan meneladani-Nya” (tahap 5), dengan sendirinya kita pun diharuskan “memohon” (tahan 2), “mengadukan” (tahap 3), dan “meminta perlindungan” (tahap 4) kepada-Nya. Mengingat dikedalaman makna asmā- asmā Allah terkandung “pesan-pesan motivasi dan pengembangan diri”, maka asmā`ul husnā dapat dijadikan sebagai sumber landasan sikap dan mental dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan dijiwai keagungan yang terkandung di dalam asmā- asmā-Nya, insya Allah kita akan meraih kebahagiaan hidup, bahkan kesuksesan dalam berbisnis. Pertanyaannya; bagaimana menjadikan keagungan asmā`ul husnā sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam meraih kebahagiaan hidup dan kesuksesan dalam karir atau bisnis? Silahkan temukan jawabannya dalam buku AHSBL. (Spn) _____________________________________________________________

 

Judul Buku               : Muhammad Saw The Super Leader Super Manager

Penulis                      : Dr. M. Syafii Antonio, M.Ectest3

Editor                          : Nuruddin Mhd Ali

Penerbit                     : Tazkia Publishing

Edisi IX                      : Agustus 2009

Apa kata mereka:

SUBHANALLAH, Buku ini adalah bahasa suasana hati tertariknya abangku Nio Gwan Chung menjadi Muhammad Syafii Antonio. Dan kini menjadi ?magnet? bagi siapapun bahkan jawaban atas fitnah tentang Nabi Muhammad. Buku ini BUKTI kesekian kalinya bahwa HATI BERSIH, KEMULIAAN AKHLAK dan KEPEMIMPINAN RASULULLAH mewarnai semua aspek kehidupan dan kini menjadi kerinduan kita ditengah krisis pemimpin teladan.

(Muhammad Arifin Ilham)

Bacaan yang lain dari yang lain. Sebuah buku dengan pendekatan multidisiplin keilmuan, oleh penulis yang kaya dengan pengalaman lapangan. Lewat buku ini kita tidak hanya mengenal wajah Syafii Antonio di layar televisi, melainkan bisa memahami lebih dalam ide-idenya secara utuh.

(Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Jakarta).

Buku ini harus dibaca oleh Umat Muslim dan Tionghoa di Indonesia, karena bisa memberikan inspirasi Kebangsaan Nasional.Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar didunia dan suku Tionghoa terbesar diluar ?greater china? sudah seharusnya merajut kembali Jalan Sutera di Tanah Air tercinta.Karena itulah, buku ini menjadi penting sekali.

(Hermawan Kartajaya President, MarkPlus Inc.)

Buku ini menganalisis dan mengasah mutiara nilai kepemimpinan religius dari suri tauladan Nabi Muhammad SAW dengan dimensi yang holistic. Cakupannya luas dan komprehensif, meliputi berbagai dimensi kepemimpinan personal, keluarga, bisnis, politik, hukum dan pendidikan. Buku ini kredibel karena ditulis oleh aktivis dan cendikiawan yang terpercaya.

(Prof. Dr. Didik J. Rachbini)

Setelah Michael Hart mentasbihkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh pertama diantara 100 tokoh paling berpengaruh di dunia sepanjang masa, maka diperlukan elaborasi bagaimana sesungguhnya rahasia sukses beliau itu hingga penulis Barat dari hasil penelitiannya yang objektif ? yang biasanya bias ? justru mengakuinya. Buku Dr. Muhammad Syafii Antonio ini sangat impresif menguak kisah sukses utusan Allah SWT itu dari berbagai aspek yang masih jarang diungkap, terutama dalam perspektif leadership & manajemen yang visioner, keluarga, sosial, politik, pendidikan, kenegaraan, hukum, militer, dan seterusnya. Yang pada gilirannya berhasil membangun peradaban dunia yang spektakuler. Memang merupakan penggalian yang tak akan habis2nya,

(Prof. Dr. Didin S. Damanhuri)

Sebagai Uswatun Hasanah, Nabi Muhammad SAW bukan saja memberi contoh tentang kebaikan kepada umatnya, melainkan juga menjadi contoh langsung bagaimana kebaikan dan kebenaran itu diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari hal-hal yang terkait dengan keagamaan, relasi sosial, hingga mencakup wilayah kepemimpinan. Hal terakhir inilah yang berusaha dieksplorasi dalam buku ini. Sebuah usaha penting yang patut diapresiasi secara serius, terutama disaat kepemimpinan banyak mengalami dekadensi seperti sekarang ini.

(Ahmad Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU)

Rasulullah SAW suri tauladan umat, itu pasti. Namun meneladani nilai-nilai pemikiran dan pandangan kepimpinannya, bukanlah hal sederhana. Perjalanan peradaban manusia yang direntang oleh waktu membuat perlu adanya pemahaman secara utuh pada setiap nilai yang ada agar sesuai dalam konteks penerapannya. Dengan study literatur dan penafsiran yang kaya, sdr. M. Syafii Antonio menyederhanakan keperluan ini untuk kita. Saya sangat menghargainya…….

(Burhanuddin Abdullah, Gubernur Bank Indonesia)

Tidaklah disebut mencintai Allah, bila tidak mencintai dan mengikuti Rasulullah Muhammad. Dan untuk bisa mencintai Rasulullah jelas kita harus mengenalnya.Insya Allah buku ini akan mengantar kita untuk mengenalnya. Apalagi dari sekian buku tentang rasulullah, buku ini termasuk yang paling istimewa, selamat megenal, mengikuti dan mencintai Rasulullah SAW

(Yusuf Mansur- Wisatahati)

Sungguh beruntung orang yang berkeyakinan bulat bahwa Rasulullah adalah tauladan yang nyata yang membawa kesuksesan dunia dan akhirat. Karena keyakinan inilah yang membuat kita lebih mudah untuk mempelajari dan mengamalkan setiap tuntunannya, semoga buku ini bagian dari pertolongan Allah SWT agar bisa menambah keyakinan kita terhadap keagungan Rasulullah dan meneladaninya.

(Aa Gym – Manajement Qalbu)

Buku pertama yang ditulis cendekiawan Indonesia yang mengkaitkan secara padu dan sistematis antara suri teladan Rasulullah dengan disiplin leadership dan manajemen modern. Satu pencerahan yang sangat dinanti Indonesia dan dunia

(Dr.Hidayat Nur Wahid Ketua MPR RI).

_____________________________________________________________

 

SUKSES BESAR DENGAN INTERVENSI ALLAH

Judul buku                : Sukses Besar dengan Intervensi Allah

Penulis                      : Dr. M. Syafii Antonio showimagephp

Editor                          : Nuruddin Mhd Ali

Penerbit                     : Tazkia Publishing

Edisi 1                        : September 2008

Jumlah halaman    : 262 (plus xxii)

 Cover                         : Hard Cover

Peresensi                   : Rocky Marcyano

 

Kita mungkin berat untuk berlama-lama berdoa, memohon kepada Allah Sang Maha Penguasa jagat raya, padahal siapa yang telah memberi kita kecukupan rizki?

Doa merupakan senjata ampuh yang mana dapat membuka sekat-sekat penutup rizki, juga merupakan obat bagi jiwa kita, dan suatu nilai plus apabila kita mampu menghafal Asma’ul Husna nama-nama Allah yang mulia.

“Allah mempunyai nama-nama yang baik (Asma’ul Husna), maka berdoalah dengan menyebut nama-nama itu…” (QS. Al-A’raf [7]:180).

Inilah sekilas isi dari buku karya Muhammad Syafi’i Antonio dengan judul “Sukses Besar dengan Intervensi Allah: The Power of Doa with Asmaul Husna for Success in Businesss in Life” yang diterbitkan Tazkia Publishing.

Dalam buku terbarunya ini, Syafi’i ingin mengajak kita memaknai Asma’ul Husna yang merupakan atribut milik Allah sekaligus merupakan hak prerogatif-Nya, mustahil ada mahluk yang mampu “memiliki” atau “melaksanakan” Asmaul Husna. Oleh karenanya, sudah selayaknya menjadikan satu-satunya tempat bergantung, bukan sebaliknya justru orang selama ini banyak yang menuhankan harta bendanya.

Menurut penelaahan Syafi’i, minimal ada lima upaya (bagian) dalam mengoptimalkan Asma’ul Husna sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu:

1.    Mengenal Allah lebih dekat lagi melalui nama dan sifat-sifat-Nya.

2.    Memohon segala kebutuhan kita hanya kepada Allah karena dia adalah As-Sami’ dan Al-Bashir .

3.    Mengadukan segala bentuk keluh kesah dan penderitaan kita karena Dia begitu lembut dengan sifatnya yang Al-Lathif.

4.    Meminta Perlindungan dari segala kekhawatiran maupun bahaya yang di tebar makhluk-makhluk-Nya.

5.    Belajar Dan Meneladani tingkat tertinggi yang mampu dicapai oleh seorang hamba terhadap Allah melalui asma’ul husna adalah belajar dari sifat-sifat-Nya yang mulia serta meneladani karakter-Nya yang terpuji.

Mungkin selama ini kita hanya mengetahui Asma’ul Husna hanya berjumlah 99 nama. Padahal hadits tersebut menurut pendapat sebagian cendikiawan merupakan bukan suatu pembatasan tetapi berbentuk informasi. Artinya, Allah memiliki 99 nama dan Allah masih memiliki nama-nama lain.

Imam Qurtubi misalnya, dalam al-kitab al-asna fi syarh al asma’alhusna beliau menghimpun tidak kurang dari 200 Asma’ul Husna. Lain halnya dengan Imam Tobatoba’I dalam tafsir Al-Mizan menyusun Asma’ul Husna tak kurang dari 127 nama, sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa terdapat bagian ulama yang menghimpun Asma’ul Husna lebih dari 1000 nama.

Ibarat makan yang tak pernah di lupakan, begitupun juga dengan doa yang wajib kita jadikan sebuah kebiasaan harian. Dalam bab 2 di jelaskan tentang waktu-waktu mustajab doa, serta kiat-kiat bagaimana doa kita segera diijabah Allah.

Pada bagian bab 3 buku ini mengajak kita memahami 99 asma’ul husna lewat untaian do’a yang ma’tsur maupun gubahan dari ulama besar seperti Abbas Aqqad dan Ahmad Syarbashi.

“Jangan berjuang sendirian, ajaklah Allah masuk kedalam proses perjuangan anda menuju sukses dalam bisnis, meniti karir yang cemerlang, menempuh jenjang studi , menciptakan keharmonisan keluarga dan berjuang dalam pembangunan menuju Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Undanglah Allah untuk melakukan akselerasi dan intervensi melalui asma-asma-Nya,” demikian pesan penulis diakhir bukunya.

 niriah.com

 

“Allah mempunyai nama-nama yang baik (asma’ul husna), maka berdoalah dengan menyebut nama-nama itu…” (QS. Al-A’raf [7]:180)

Doa merupakan upaya seorang hamba kepada Tuhannya (Allah SWT) dalam mengeluhkan atau mengadukan permasalahan hidup yang dihadapi, memohon terkabulnya suatu harapan, serta meminta perlindungan dari seagla macam marabahaya.

Doa adalah wujud ketergantungan manusia yang lemah dan hina kepada Penciptanya yang Maha Perkasa dan Maha Mulia.

Dia lah Allah SWT, satu-satunya yang patut dijadikan sandaran, tempat bergantung dan tempat kembali yang mutlak.

“Allahu Akbar, tidak ada yang btidak bisa, tidak ada yang mustahil bagi Allah, semua bisa terjadi dengan QUDRAH dan IRADAH ALLAH. dengan membaca buku abangku Syafii Antonio ini, bukan hanya diajarkan tentang cara berdoa dengan Asma-Nya yang agaung tetapilebih dari itu membuat kita yakin, optimis dan kuat karena masih ada KEAJAIBAN DOA.” (Ustadz Arifin Ilham – Pimpinan Majeliz Dzikir Adzikra)

“Buku ini merupakan referensi yang baik untuk mengingatkan kita bagaimana sebaiknya cara berdoa dan mendzikirkan 99 Asmaul Husna dengan benar, sekaligus buku ini membuat kita mudah untuk memahaminya.” (Sutisnawan, Pimpinan dan Trainer Super Memory Asmaul Husna)

“Jangan berjuang sendirian. Ajaklah Allah masuk ke dalam proses perjuangan Anda menuju sukses dalam bisnis, meniti karir yang cemerlang, menempuh studi, menciptakan keharmonisan keluarga, dan berjuang dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Undanglah Allah untuk melakukan akselerasi dan intervensi melalui asma-asma-Nya.”

_____________________________________________________________

 

 

Meruntuhkan Indonesia

Simon Philpott

Meruntuhkan Indonesia: Politik Postkolonial dan Otoritarianisme 72628ac2f28613f9be071b537124ce03

Penulis : Simon Philpott 

Penerjemah :Nuruddin Mhd. Ali dan Uzair Fauzan 

Penerbit : LKiS Yogyakarta, Februari 2003 

Tebal : xi + 352 halaman 

14,5 x 21 cm, 352 hlm

 

Berbeda dengan kajian-kajian lain tentang Indonesia, kajian Philpott ini tidak berangkat dari keinginan untuk menunjukan kesesuaian antara dalil/pernyataan ilmiah dengan realitas politik. Focus analisis Philpott beranjak dari kepedulian untuk membeberkan kondisi dimana pernyataan-pernyataan ilmiah tersebut justru telah menjadi standar pengetahuan yang harus dirujuk sebagai suatu ‘kebenaran’. Bagi Philpott, ‘kebenaran’ adalah efek dari praktik diskursif dan bukan suatu yang berada di luarnya sebagaimana telah di tunjukan oleh para ‘mahaguru’ politik Indonesia.

INDONESIA negara kepulauan yang tak pernah sukses berkelit dari proses pendefinisian diri oleh subyek-subyek kolonialis. Kajian yang dikembangkan (orientalis) atas wilayah-wilayah Timur selalu menjadi kekuatan penentu dalam pendefinisian, termasuk tentang realitas “aku-Indonesia”. Fenomena ini semakin tegas ketika pembedaan Timur dan Barat—dengan Barat sebagai ikon tolok ukurnya—menjadi salah satu variabel penting dalam analisis ilmiah. 

Akibatnya, subyek Indonesia sering kehilangan kesadaran pengetahuannya secara utuh dan benar tentang Indonesia. Sebab, sebuah kebenaran dan fakta telah distrukturisasi oleh pengetahuan (ilmiah) yang tunggal dan dominan. Lihat misalnya sejarah politik kita yang ditulis secara vertikal dan sangat struktural-aristokratik. Model sejarah semacam ini, di samping hanya memperkenalkan kepada kita nama-nama elite semacam Sukarno dan Soeharto, juga telah menjadi sumber kebenaran akibat gaya analisis kolonial. Itu sebabnya, saat terjadi reformasi Mei 1998, tak satu pun pengamat yang (sadar mampu) mengidentifikasi subyek-subyek sentral di luar struktur elite yang sejatinya berperan dalam proses perubahan mendasar itu. 

Di samping itu, wajah politik Indonesia lebih sering dilihat dalam rangkaian spiral sejarah: turunan budaya Jawa. Nama indonesianis masyhur seperti Benedict R.O.G. Anderson lewat The Idea of Power in Javanese Culture dan Donald K. Emmerson lewat Indonesia’s Elite Political Culture and Culture Politics, sekadar contoh, telah menjadi penegas dalam kasus ini. 

Buku Simon Philpott ini melakukan ikhtiar cara pembacaan lain terhadap wajah (politik) Indonesia—khususnya pada rezim Orde Baru. Philpott mengkaji asumsi epistemologis dan ontologis saat Indonesia dibayangkan dan dibangun. Dengan meminjam teori genealogi dan arkeologi Foucault, Philpott melakukan pembongkaran (terus-menerus) terhadap suatu konsepsi yang kemudian diandaikan sebagai sebuah “kebenaran”. Dua teori ini bagi Philpott dapat membantu menjelaskan berbagai cara dan, dengan begitu, pernyataan, persepsi, dan konsep kebenaran akhirnya dimengerti sebagai pengetahuan dan melintasi batas institusional. 

Yang membedakan Philpott dengan kajian kritis yang lain adalah bahwa kontradiksi, diskontinuitas, dan paradoks dalam kajian politik Indonesia tidak dipandang sebagai masalah yang harus diatasi, tapi dipahami sebagai “penciri” operasi diskursus itu sendiri. Itu semua merupakan proses interaksi diskursif dan di sinilah berbagai konsepsi berebut untuk mendefinisikan realitas, memegang klaim “kebenaran”. 
Philpott keluar dari mainstream kajian politik Indonesia. Ia memperhatikan berbagai unsur di luar negara: masyarakat sipil yang selama ini tidak tampak dalam diskursus politik Indonesia (rezim Orde Baru), kekuatan subyek dan/atau kelompok, dimunculkan dalam diskursus perpolitikan. 

Tujuan yang hendak dirumuskan Philpott dalam melihat Indonesia di sini tidak lagi bersifat historis atau bahkan elitis yang cenderung statis dan mapan sebagaimana yang telah terjadi. Lebih dari semua itu, konstruksi politik Indonesia bagi dia bersifat dinamis, sedinamis setiap individu yang terlibat di dalamnya. Indonesia, menurut dia, ditentukan bukan oleh budaya (Jawa), seperti diasumsikan Anderson, yang dimaknai secara mapan, juga bukan sekadar oleh karakter rezim, melainkan oleh setiap unsur yang terlibat di dalam ruang diskursif yang dikonstruksi sebagai Indonesia. 

Di sinilah kajian Philpott ini telah meruntuhkan berbagai konstruk analisis politik Indonesia yang telah disusun oleh para indonesianis yang sejauh ini mapan mendefinisikan Indonesia. Philpott tidak sedang menyusun suatu pandangan baru atas politik Indonesia, tapi ia ingin menunjukkan bahwa “kebenaran” yang selama ini diyakini dalam konteks politik Indonesia tak lebih dari proses standardisasi dari pernyataan-pernyataan ilmiah yang dibangun oleh para indonesianis. Ini jelas adalah suatu imperialisme wacana yang telah menjadi diskursus dominan. 

 

Islah Gusmian (editor buku, tinggal di Yogyakarta)

Source: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2003/08/04/BK/mbm.20030804.BK89430.id.html

 

_____________________________________________________________

 

ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN DALAM KEBIJAKAN FISKAL

Penulis: Nuruddin Mhd Ali

Penerbit: RajaGrafindo Persada, Jakarta

Edisi I: Juni 2006

 

Salah satu persoalan laten dalam konsep ekonomi Islam adalah persoalan dualisme zakat dan pajak yang harus ditunaikan warga negara Muslim. Persoalan ini telah mengundang perdebatan yang berlarut-larut hampir di sepanjang sejarah Islam itu sendiri. Sebagian besar ulama fiqih memandang bahwa zakat dan pajak adalah dua entitas yang berbeda dan tidak mungkin dipersatukan. Menurut mereka, zakat adalah kewajiban spiritual seorang Muslim terhadap Tuhannya, sedangkan pajak adalah kewajiban seorang Muslim terhadap negara. Padahal, kewajiban zakat dalam Islam memiliki makna yang sangat fundamental, selain berhubungan dengan aspek ketuhanan, ia juga terkait dengan ekonomi-sosial. Terbukti, selama ini perintah zakat dapat dipahami sebagai satu kesatuan sistem yang tak terpisahkan dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, zakat juga bisa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian, baik pada level individu, maupun pada level komunitas sosial masyarakat.

Buku Zakat Sebagai Instrumen Dalam Kebijakan Fiskal ini merupakan obsesi untuk mendiskusikan bagaimana landasan integrasi zakat dan pajak, dan bagaimana pengaruh teori-teori tentang kebijakan fiskal terhadap hukum zakat dan sekaligus kedudukan pajak sebagai instrumen dalam kebijakan fiskal. Buku ini pun akhirnya menjadi penting, lantaran pembahasan zakat selalu dihadapkan secara diametral dengan pajak, sehingga persoalan pajak dan zakat terus berlarut-larut. Oleh karena itu, buku ini bisa dikatakan sebagai upaya mengintegrasikan zakat dan pajak yang dilihat dalam kerangka teori kebijakan fiskal, tanpa melupakan usaha penelusuran sejarah terhadap pelaksanaan zakat di masa awal Islam.

_____________________________________________________________

 

 Sejarah Dan Dinamika Universitas Islam Indonesia                                    

Pengarang/ Penyusun:                                           
1. Djauhari Muhsinsejarah
2. Arief Akhyat
3. Suyanto
4. Muhammad Roy
5. Nuruddin Muhammad Ali
6. Fahrurrozi
7. M. Zainal Abidin


Penerbit
: Badan Wakaf UII Yogyakarta

Edisi I : 2002

 

Buku ini mencoba menelusuri perjalanan historis UII sejak berdirinya tahun 1945. Melalui kajian sejarah, buku ini diharapkan akan memberikan deskripsi,narasi dan penjelasan tentang perkembangan UII. Beberapa pokok pikiran, fatwa serta periodisasi yang kronologis dimunculkan dalam buku ini, dengan  harapan untuk menghadirkan sejarah UII secara objektif

Dimulai dengan berdirinya sejak tahun 1945 sampai tahun 2002, perkembangan dan dinamika UII  secara garis besar diharapkan akan terlihat dengan jelas.Daya tarik buku ini antara lain terletak pada pertanggungjawaban ilmiah Badan Wakaf UII untuk merintis metode sejarah dalam penulisan sejarah UII. Suatu usaha yang sangat inovatif untuk melihat UII, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi merupakan amanah umat Islam dalam rangka menyelenggarakan pendidikan tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.

 

 

9 Responses to My Books

  1. Endang KD says:

    Assalaamu’alaykum, Ust. Ali🙂

    Subhanalloh, saya ketemu situs ini, sangat bermanfaat.
    Saya Endang, saat ini kuliah di Development Studies ITB, saya juga tertarik untuk meneliti tentang zakat.
    Semoga, Ustad tidak keberatan jika suatu hari kita diskusi.
    Karena blog saya tidak aktif, maka saya berharap bisa komunikasi via email.

    Rr. Endang K. Dewi
    Student of Magister Programme Development Studies
    Institute of Technology Bandung
    rr_endang_kd@yahoo.com

  2. ekonomiprofetik says:

    wa’alaikumsalam wrwb
    Terimakasih mbak, telah sudi mampir. Boleh, kapan2 kita diskusi.

    salam

  3. Padya Twikatama says:

    Assalamu’alaikum,

    Alhamdulillah saya menemukan situs ini,situs dari penulis “Zakat sebagai instrumen dalam kebijakan fiskal”.

    Saya seorang mahasiswa fakultas hukum UI. Saat ini saya sedang menulis penelitian mengenai zakat. Akan tetapi, sayangnya saya sangat kesulitan menemukan, meminjam, ataupun membeli buku bapak tsb. Bahkan menurut penerbitnya, buku bapak tsb stock nya kosong dan tidak dicetak kembali. Padahal dari resensi yang saya baca, buku bapak tsb akan sangat berguna sekali sbg salah satu sumber referensi saya karena topik penelitian saya sangat terkait dengan masalah yang bapak tulis dalam buku tsb.
    Mungkin bapak selaku penulis memiliki solusi masalah saya ini.

    Terima kasih. (Theo)

    • ekonomiprofetik says:

      wa’alaikumussalam wrwb
      Terimakasih atas atensinya. Well, gimana bantunya ya. Saya juga tidak punya stock lagi. Coba cari di perpustakaan kampus tertentu. beberapa perpustakaan universitas mempunyai koleksinya. yang saya tahu UII Jogja punya. Coba cari aja lewat google.

  4. Subhanallah…
    yang jelas ana salut dengan ilmu yang antum miliki…tersampaikan kepada orang lain..
    salam…sejak setelah lama kita tidak bersilaturahmi..
    Bang Akhi

    • ekonomiprofetik says:

      terimakasih bang Akhi,
      pujian itu terlalu berlebihan. masih banyak yang perlu dipelajari lagi. mohon doanya…

      • bang akhi says:

        salam..kapan saja antum antum pulang ke bukittinggi…
        antum nggak minat jadi dosen PNS Nuruddin..?

      • ekonomiprofetik says:

        insyaallah dalam waktu dekat ini akan pulang ke bukittinggi, bang akhi. mengenai jadi dosen PNS, sebenarnya berminat cuma belum pernah daftar. gimana caranya ya?🙂

  5. Pingback: 2010 in review « Ekonomi Profetik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s